Di antara anak perusahaan konglomerasinya yang menarik, dua merek utamanya adalah Tata Consultancy Services yang saat ini memegang kapitalisasi pasar tertinggi dari semua merek dan Tata Motors yang terdaftar di NYSE dan merupakan merek paling terkenal dari semua merek Tata dan merupakan rumah dari Jaguar Land Rover yang populer itu.
Berkaitan dengan besarnya, dalam beberapa tahun terakhir ini Tata Group telah mengalami kemunduran yang wajar. Perusahaan tersebut telah berkembang di beberapa sektor dan sangat merugi di sektor-sektor lain.
Bagaimana kinerja terkini dari penghasil uang utamanya?
Tata Motors - Kinerja Terkini
Tata Motors beroperasi di bawah tiga segmen: Jaguar Land Rover, Tata Commercial Vehicles (Kendaraan Komersial Tata) dan Tata Passenger Vehicles (Kendaraan Penumpang Tata). Pendapatan kolektif Tata Motors untuk kuartal yang berakhir pada 30 September 2022 adalah sebesar $10 miliar, yaitu mengalami peningkatan 20% dari tahun ke tahun (YoY). Dalam sudut pandang konsolidasi, penjualan di pasar domestik dan internasional telah meningkat sebesar 15% dibandingkan dengan kinerja tahun lalu.
Pendapatan Tata Motors selama dua belas bulan pada periode yang sama tahun lalu adalah sebesar $35 miliar, yaitu menandai penurunannya hanya 3% YoY. Berbeda dengan pendapatan tahunan pada tahun ini, pendapatan mencapai sebesar $36,5 miliar, yaitu keuntungan 7,5% dari tahun 2021.
Meskipun pendapatannya lebih tinggi, Tata Motors mengalami kerugian pendapatan sejak tahun 2019. Kerugian bersih sebesar $4,1 miliar pada tahun 2019, sebesar $1,6 miliar pada tahun 2020 dan sebesar $1,8 miliar pada tahun 2021 sebagian besar disebabkan oleh kenaikan biaya operasional dan lonjakan inflasi secara global. Efek-efek buruk dari hal tersebut diperburuk oleh adanya kemacetan akan pasokan yang berkepanjangan terutama kekurangan akan chip semikonduktor.

Tata Motors – Pandangan Teknis
Seperti yang ditunjukkan pada grafik TradingView, saham Tata Motors (NYSE: TTM) dengan harga senilai $25 telah turun pada tahun 2020 sebesar lebih dari 20% dan saat ini diperdagangkan di atas dua area support yang kuat senilai $23 dan $19 dan di bawah level resistensi mendekati $35.
Meskipun tersandung pada tahun 2022 di tengah gejolak ekonomi makro dan investor yang lesu, saham tersebut terlihat menarik saat menggunakan pantauan jangka panjang. Sahamnya menikmati suasana kondisi bullish sejak awal tahun 2020, mencatat lebih dari 500% lompatan dalam 2 tahun.
Tata Consultancy Services - Kinerja Terkini
Berfokus pada konsultasi layanan TI dan solusi bisnis, Tata Consultancy Services (TCS) terdaftar di BSE India (Bursa Efek Bombay) dan NSE (Bursa Efek Nasional) karena popularitasnya yang semakin meningkat di kalangan para trader (pedagang) domestik.
Perusahaan berpengalaman yang telah bermitra dengan banyak bisnis terbesar dunia dalam perjalanan transformasi mereka telah menghasilkan pendapatan konsolidasi sebesar $25,7 miliar pada tahun fiskal terakhir.
Total pendapatan pada kuartal terakhir mendekati nilai $6,8 miliar, yaitu menandai peningkatan sebesar 18% dari kuartal yang sama pada tahun lalu dan peningkatan kecil sebesar 1,4% dari kuartal sebelumnya. Laba bersihnya sebesar $1,27 miliar pada kuartal ini melebihi angka tahun lalu sebesar 8,4%, di mana hal ini sangat berkontribusi pada posisi kuat dari perusahaan tersebut di pasar global yang ditandai dengan kepemimpinan teknologi dalam industri vertikal utama yang menggambarkan pertumbuhan industri yang mengambang.
Tata Consultancy Services - Analisis Teknis

Seperti yang ditunjukkan dalam grafik TradingView, saham Tata Consultancy Services (NYSE: TCS) dengan harga mendekati senilai $41,5 diperdagangkan di atas level support sebesar $39 dan di bawah dua level resistensi mendekati $43 dan $54.
Arah saham TCS terlihat mirip dengan Tata Motors, yaitu turun lebih dari 25% pada tahun 2020 tetapi meningkat setelah itu dengan harga dua kali lipat dalam dua tahun berikutnya.
Pandangan Masa Depan dari Tata Group
Menurut direktur eksekutif Tata Motors, permintaan tetap kuat meski ada kekhawatiran tentang situasi geopolitik dan inflasi. Dia menyatakan bahwa “situasi pasokan berangsur-angsur membaik, sedangkan inflasi komoditas cenderung tetap pada tingkat yang tinggi”, dan ini merupakan indikasi yang bagus.
Tata Motors baru-baru ini memesan sejumlah besar unit bus dari perusahaan angkutan umum Haryana Roadways setelah Haryana mengalami kerugian yang signifikan selama pandemi COVID di mana hal tersebut menandakan sebuah upaya ekspansi lebih lanjut dan pertumbuhan pangsa pasar Tata Motors yang optimis di tahun-tahun mendatang.
Anak perusahaan utama lainnya yaitu TCS mengatakan pihaknya memperkirakan margin akan meningkat secara berurutan setelah kehilangan estimasi laba kuartalan dengan selisih yang lebar. Pengeluaran terkait karyawan melonjak meskipun telah berjalan dengan baik dalam beberapa tahun terakhir di tengah upaya perusahaan memperluas penawaran digital mereka selama masa pandemi.
Menggunakan kedua perusahaan ini sebagai petunjuk dan mempertimbangkan bahwa Tata sedang berekspansi ke industri-industri baru seperti teknologi kecantikan, merek anak perusahaannya secara ambisius bertujuan untuk memperoleh lebih banyak pangsa pasar di sektor masing-masing. Dengan semakin berkurangnya pembatasan COVID di Cina dan diisi ulangnya pasokan semikonduktor, Tata Group akan berkembang pesat dalam beberapa bulan mendatang.
Analisis oleh Alpho Perdagangan berisiko dan seluruh investasi Anda mungkin berisiko. TC tersedia di https://alpho.com