Dari US$900 juta menjadi US$94 miliar
Alphabet menginvestasikan sekitar US$900 juta di SpaceX pada 2015. Pada akhir Juni 2026, berdasarkan dokumen regulasi, perusahaan telah memiliki 551,2 juta saham SpaceX yang bernilai sekitar US$94,2 miliar pada harga US$170,86 per saham. Setelah IPO SpaceX pada Juni dengan valuasi US$86 miliar, perusahaan induk Google menjadi pemegang saham institusional terbesar di perusahaan tersebut. Pada harga penutupan Kamis sebesar US$141,29, posisi Alphabet yang dilaporkan bernilai sekitar US$77,9 miliar, atau masih sekitar 86,5 kali lipat dari investasi awalnya.
Sebagian besar saham berada di tangan segelintir investor
Setelah Alphabet, Fidelity Investments memiliki 302,6 juta saham, Gigafund Management 171,8 juta, Baillie Gifford 51,4 juta dan BlackRock 51 juta saham. Lima pemegang saham institusional terbesar tersebut secara keseluruhan menguasai hampir tiga perempat saham. Public Investment Fund Arab Saudi juga melaporkan kepemilikan 154,1 juta saham senilai US$26,3 miliar, sementara Hancock Prospecting memiliki 8 juta saham senilai sekitar US$1,4 miliar. Elon Musk sendiri memegang 48,4% saham SpaceX berdasarkan dokumen regulasi terpisah. Namun, data dari laporan 13F hanya mencerminkan posisi hingga akhir Juni dan tidak menunjukkan transaksi yang terjadi setelahnya maupun posisi yang telah dimiliki investor sebelum IPO.
Perkembangan selanjutnya akan menunjukkan perilaku investor besar dan ritel
SpaceX melantai di bursa pada 12 Juni dengan harga US$135 per saham dan ditutup pada US$140 pada Jumat, 16 Agustus. Angka tersebut mencerminkan kenaikan 3,7% dibandingkan harga IPO, tetapi sekaligus turun 13,58% dibandingkan awal Juli. Menurut Steve Sosnick dari Interactive Brokers, saham tersebut masih sangat diminati oleh klien platform. Namun, data Vanda Research menunjukkan bahwa investor ritel pada Jumat menjadi penjual bersih untuk pertama kalinya sejak perusahaan melantai di bursa, dengan menjual saham senilai US$4,5 juta. Ke depan, penting untuk memantau bukan hanya harga saham itu sendiri, tetapi juga reaksi para pemegang saham besar dan investor awal setelah pembatasan penjualan berakhir.
Materi pemasaran ini disediakan semata-mata untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi, rekomendasi, penawaran atau ajakan untuk membeli atau menjual instrumen keuangan apa pun.
Perdagangan sekuritas memiliki risiko yang signifikan dan mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Harga sekuritas dapat berfluktuasi secara tajam, yang dapat mengakibatkan hilangnya seluruh investasi Anda. Investor harus menyadari bahwa kerugian dari pembelian dan penjualan sekuritas dapat melebihi potensi keuntungan. Dalam kondisi pasar tertentu, Anda dapat mengalami kerugian yang melebihi investasi awal Anda. Sekuritas dan contracts for difference (CFD) merupakan instrumen keuangan kompleks yang membutuhkan tingkat pengetahuan dan pemahaman yang tinggi. Anda harus mempertimbangkan dengan cermat apakah Anda memahami cara kerja instrumen tersebut dan apakah Anda mampu menanggung risiko tinggi kehilangan uang Anda.